Memahami Konsep Pengelolaan Konflik Secara Komprehenshif

6 Dec

Memahami Konsep
Pengelolaan Konflik Secara Komprehenshif

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

Menejemen Konflik

Oleh Kelompok IV

M.Abd.Rahim : D03208026
Devitasari : D032080
Puji Astuti : D03200849

Dosen Pembimbing
Ali Mustofa, S.Ag. M.Pd.

FAKULATAS TARBIYAH
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
KONSENTRASI MENEGEMEN PENDIDIKAN (MP)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di kantor, konflik selalu ada dan konflik merupakan bagian dari hidup kita. Konflik yang tidak terselesaikan tentunya akan berdampak yang tidak baik. Seperti kita ketahui bersama bahwa konflik merupakan kejadian wajar, dengan jenis dan bobot yang berbeda-beda yang sudah biasa terjadi dan tidak dapat dihindarkan didalam hubungan antar manusia. Oleh karena itu, konflik perlu adanya penyelesaian yang pada akhirnya sebagai solusi dari konflik itu sendiri. Adapun dalam penyelesaian konflik bagaimana cara efektif dan efisien agar hal-hal yang berhubungan terselesaikan dengan baik dan pihak-pihak tidak ada yang merasa tersakiti.
Perlu diketahui bahwa pembahasan mengenai konflik ini adalah mempelajari konflik secara umum dan diantaranya membantu bagaimana cara menyelesaikan konflik, memang konflik tidak bisa dihilangkan namun bagaiamana konflik tersebut bisa menjadi eksistensi dan kemajuan kelembagaan atau organisasi tersebut. Konflik bukan dihilangkan tetapi bisa dihindarkan atau di tunda keberadaannya dan konflik selalu ada dalam organisasi atau lembaga, untuk mencapai tujuan dari lembaga tersebut maka konflik perlu dikelola dengan baik berdasarkan tahapan-tahapan penyelesaian konflik.
Selain itu dalam penyelesaian konflik bermacam-macam sesuai dengan gaya model penyelesaian konflik, tergantung situasi dimana yang tepat gaya tersebut cocok

B. Rumusan Masalah
Dari pembahasan di atas maka dapat
1. Apakah conflict Resolution itu?
2. jelaskan ada berapa macam gaya Manajemen Konflik?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Conflict resolution
1. Definisi
Menurut Norton, resolusi konflik adalah sekumpulan teori dan penyelidikan yang bersifat eksperimental dalam memahami sifat-sifat konflik, meneliti strategi tejadinya konflik, kemudian membuat resolusi terhadap konflik. Resolusi konflik dapat diartikan sebagai penyelesaian konflik (Conflict Resolution) adalah usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik dengan cara mencari kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik. Resolusi konflik memiliki tujuan agar kita mengetahui bahwa konfik itu ada dan diarahkan pada keterlibatan berbagai pihak dalam isu-isu mendasar sehingga dapat diselesaikan secara efektif. Selain itu, agar kita memahami gaya dari resolusi konflik dan mendefinisikan kembali jalan pintas kearah pembaharuan penyelesaian konflik
Resolusi konflik difokuskan pada sumber konflik antara dua pihak, agar mereka bersama- sama mengidentifikasikan isu- isu yang lebih nyata. Apabila kedua belah pihak tidak setuju terhadap isu yang sudah beredar, maka kita membutuhkan negosiator. Negosiator adalah orang yang tidak terlibat konflik, dengan melakukan perundingan dengan pihak- pihak yang terlibat dalam konflik. Dengan kata lain negosiator juga termasuk fasilitator yang mampu membuka semua jalur komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan melakukan diskusi dan dialog, dalam rangka mendengarkan kedua belah pihak yang terlibat konflik. Sulitnya menyelesaikan konflik diperlukan secara mutlak untuk mencegah :
a. pertama, semakin mendalamnya konflik, yang berarti semakin tajamnya perbedaan antara pihak-pihak yang berkonflik.
b. Kedua, semakin meluasnya konflik, yang berarti semakin banyaknya jumlah peserta masing-masing pihak yang berkonflik.
Prasyarat diatas menjadi penting karena bila penyelesaian konflik tidak dapat dicapai dan tidak dapat diselesaikan, maka biasanya konflik yang terjadi tersebut dapat berkembang semakin mendalam dan meluas sehingga akan berdampak lebih luas lagi. Penyelesaian konflik mutlak diperlukan karena bila tidak ditemukan cara penyelesaian konflik secara efektif, konflik dapat menyebabkan ancaman disintegrasi baik sosial maupun politik dalam masyarakat.

2. Prinsip-prinsip dasar dalam resolusi konflik
Prinsip umum resolusi konflik adalah “Don’t fight, solve the problem” yakni harus memiliki kemampuan antara lain :
a. Keterampilan untuk berdiskusi dan berdialog
– Keterampilan berkomunikasi
– Keterampilan mendengarkan secara efektif
– Keterampilan menggali kebutuhan yang menjadi sumber konflik
– Kemampuan untuk mempertemukan kedua belah pihak
– Kemampuan untuk menekan timbulnya masalah kedua belah pihak
b. Menjalankan teladan pemecahan masalah
– Hadapi masalah, bukan orangnya
– Jelaskan apa yang dilihat
– Rumuskan apa yang dilihat itu secara verbal
– Mengerti benar perasaan dan perilaku
– Beralih dari pembenaran ke pemecahan
– Melihat ke depan karena di sana ada peluang dan harapan daripada melihat ke belakang untuk saling mempersalahkan
– Analisis situasi dan tekankan pandangan Anda dari dua sisi
– Identifikasikan butir- butir tertentu di mana fasilitator dapat melakukan kompromi
– Terbukalah pada setiap hasil positif

Prinsip dasar di atas dilakukan dalam mencari resolusi konflik, namun ada prinsip dasar yang lain yaitu:
a. Berpikir sebelum berreaksi
b. mendengarkan dengan aktif
c. jalin proses adil
d. bidik masalah
e. terima tanggungjawab
f. gunakan komunikasi langsung
g. pahami kepentingan
h. fokus masa depan dan pilih yang saling menguntungkan.
Dalam sebuah konflik jika tidak dapat diselesaikan akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan apalagi konflik tersebut sudah dalam skala yang besar. Kerugian yang ditimbulkan hilangnya nyawa dan materi atau secara psikologis.
Upaya penanganan suatu konflik perlu dilakukan. Dalam sosiologi upaya- upaya penanganan konflik dikenal dengan manajemen/ resolusi konflik. Manajemen/ resolusi konflik dipahami sebagai upaya untuk mengurangi dampak kerusakan yang terjadi akibat konflik. Selain itu, resolusi konflik dipahami pula sebagai upaya dalam menyelesaikan dan mengakhiri konflik

B. Aneka Macam Gaya Manajemen Konflik
Gaya manajemen Konflik memberikan suatu struktur untuk bertindak. Pengetahuan tentang gaya penyelesaian konflik meningkatkan pemahaman terhadap konflik. Di sini diperlukan waktu yang cukup untuk menggunakan masing- masing gaya. Berikut ini adalah lima gaya penyelesaian konflik termasuk kelebihan dan kekurangannya yakni :

1. Penyelesaian Konflik Dengan Mempersatukan
Gaya ini penyelesaiannya melalui tukar menukar informasi untuk mengamati perbedaan dan mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
a. Kelebihan :
– mendorong tumbuhnya creative thinking karena menekankan diri sendiri dan orang lain dalam pencarian informasi dari pandangan yang berbeda.
– Penyelesaian ini sangat efektif apabila isu konflik adalah kompleks.

b. Kekurangan :
– memerlukan waktu yang panjang.
– Penyelesaian ini menjadi tidak efektif apabila kelompok yang berselisih kurang memiliki komitmen.

2. Penyelesaian Konflik Dengan Kerelaan untuk Membantu
Kerelaan untuk membantu berperan dalam menyempitkan perbedaan antarkelompok.dan mendorong keduanya untuk mencari kesamaan dasar. Perhatian tinggi terhadap orang lain menyebabkan seorang individu merasa puas dan merasa keinginannya terpenuhi oleh pihak lain, bahkan terkadang mengorbankan sesuatu yang penting untuk dirinya sendiri.
a. Kelebihan :
– Gaya penyelesaian ini bila digunakan secara efektif mengawetkan dan melengengkan hubungan.
– Gaya ini dapat dengan cepat membuat orang untuk rela mengalah sehingga keterbatasan waktu sudah tidak menjadi masalah.
– Dengan menggunakan gaya rela membantu, manajer secara pasif dapat menerima kekuasaan oranglain.
b. Kekurangan :
– Perhatian tinggi terhadap orang lain menyebabkan seorang individu merasa puas dan merasa keinginannya terpenuhi oleh pihak lain, bahkan terkadang mengorbankan sesuatu yang penting untuk dirinya sendiri.

3. Penyelesaian Konflik Dengan Mendominasi
Gaya ini penekanannya kepada diri sendiri. Di mana kewajiban bisa diabaikan oleh keinginan pribadi, gaya mendominasi ini meremehkan kepentingan orang lain. Ketidakmampuan untuk menyediakan tenaga ahli yang memberikan nasihat inilah yang menjadi gaya mendominasi.
a. Kelebihan :
– Gaya ini adalah strategi yang efektif bila suatu keputusan yang cepat dibutuhkan dan apabila persoalan tersebut kurang penting.
– Gaya mendominasi sangat membantu jika disini kurang pengetahuan dan tidak adanya keahlian tentang isu yang menjadi konflik.
b. Kekurangan :
– Di mana kewajiban bisa diabaikan oleh keinginan pribadi
– Gaya mendominasi ini meremehkan kepentingan orang lain.

4. Penyelesaian Konflik Dengan Menghindar
Bila suatu isu tidak penting, tindakan menangguhkan dibolehkan untuk mendinginkan konflik. Inilah penggunaan gaya penyelesaian konflik menghindar yang paling efektif.
a. Kelebihan :
– Gaya ini efektif apabila waktu memang dibutuhkan.
b. Kekurangan :
– Di lain pihak gaya ini dapat membuat frustasi oranglain karena jawaban penyelesaain konflik demikian lambat.
– Rasa kecewa biasanya berpangkal dari gaya penyelesaian dan konflik cenderung meledak bila gaya ini dipakai.
– Aspek negative dari gaya ini termasuk diantaranya ‘menghindar dari tanggungjawab dan mengelak dari isu.

5. Penyelesaian Konflik Dengan Kompromis
Kompromi merupakan penyelesaian yang paling efektif sebagai alat bila isu itu kompleks atau bila ada keseimbangan kekuatan. Kompromi dapat menjadi pilihan bila metode lain telah gagal dilaksanakan dan apabila kedua belah pihak mencari penyelesaian dengan jalan tengah yang sering juga disebut sebagai kompromis. Bertujuan untuk mencapai penyelesaian- penyelesaian temporer terhadap persoalan- persoalan yang bersifat kompleks dan unutk mencapai solusi- solusi dengan waktu yang relative cepat daripada gaya penyelesaian lainnya.
Dari lima gaya di atas dapat dikatakan bahwa perlu suatu upaya khusus dari pihak manajer melokasi dan menangani kasus- kasus konflik, dan bukan hanya sekedar mengatasinya untuk sementara tetapi melihat ke depan karena di sana ada peluang dan harapan daripada melihat ke belakang untuk saling mempersalahkan
Untuk itu perlu mempersatukan pihak- pihak yang berkonflik untuk berdiskusi bagaimana situasi yang dihadapi. Setelah alas an- alsan itu jelas, maka dapat ditempuh langkah- langkah guna meminimalisir sebagai sumber penyebab timbulnya konflik.
Di antara kelima mcam gaya manajemen konflik tersebut memiliki nilai potensial tertentu, bagi menajer yang menerapkannya. Walaupun hanya pemecahan masalah menyebabkan timbulnya penyelesaian konflik sebenarnya, seringkali pula gaya- gaya lainnya memberikan hasil yang cukup memuaskan.

BAB III
PENUTUP

Menurut Norton, resolusi konflik adalah sekumpulan teori dan penyelidikan yang bersifat eksperimental dalam memahami sifat-sifat konflik, meneliti strategi tejadinya konflik, kemudian membuat resolusi terhadap konflik. Upaya penanganan suatu konflik perlu dilakukan. Dalam sosiologi upaya- upaya penanganan konflik dikenal dengan manajemen/ resolusi konflik. Manajemen/ resolusi konflik dipahami sebagai upaya untuk mengurangi dampak kerusakan yang terjadi akibat konflik. Selain itu, resolusi konflik dipahami pula sebagai upaya dalam menyelesaikan dan mengakhiri konflik.
Dalam sebuah konflik jika tidak dapat diselesaikan akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan apalagi konflik tersebut sudah dalam skala yang besar. Kerugian yang ditimbulkan hilangnya nyawa dan materi atau secara psikologis.
Gaya manajemen Konflik memberikan suatu struktur untuk bertindak. Pengetahuan tentang gaya penyelesaian konflik meningkatkan pemahaman terhadap konflik. Untuk itu perlu mempersatukan pihak- pihak yang berkonflik untuk berdiskusi bagaimana situasi yang dihadapi. Setelah alas an- alsan itu jelas, maka dapat ditempuh langkah- langkah guna meminimalisir sebagai sumber penyebab timbulnya konflik.
Di antara kelima mcam gaya manajemen konflik tersebut memiliki nilai potensial tertentu, bagi menajer yang menerapkannya. Walaupun hanya pemecahan masalah menyebabkan timbulnya penyelesaian konflik sebenarnya, seringkali pula gaya- gaya lainnya memberikan hasil yang cukup memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA
Hendricks, William.”Bagaimana mengelola Konflik”.1996. Jakarta : Bumi Aksara
Liliweri, Alo. “ Prasangka & Konflik”. 2005. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara
Suharsimi, Arikunto.“Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi”. 1993. Jakarta: PT RENIKA CIP cet.II
Winardi, J. Prof. Dr. S.E. motivasi dan pemotifasian dalam Manajemen. 2001. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
http://pusatperdamaian.com
Http://javascript.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: