Mahasiswi Dalam Wadah Organisasi

23 Nov

Jika adalah kompetensasi keniscayaan mahasiswa  maupun mahasiswi penyandang agent of change and agent of control. Bagi mahasiswa sudahlah lokalitas di dalam organisasi pergerakan namun bagi mahasiswi juga tidak ada salahnya jika mereka ikut bergelut di dalamnya, karena dari organisasi inilah mereka percaya bahwa tidak hanya kaum patriarkhi yang dapat melakukan perubahan, kaum feminisme pun dapat melakukannya. Karena di dalam organisasi ini mereka mengalami pengkaderan yang menghasilkan mereka mencoba mendobrak eksistensi pada dirinya. Bila penyetaraan gender yang salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan berarti dalam organ ini telah dididik untuk menciptakan kaum perempuan mampu berpartisipasi penuh di dalam mayarakat luas.

Pada era dunia modern ini banyak intelektual putri yang jadi dan duduk di atas kursi parlemen, namun di sisi lain mereka banyak paksaan adanya kouta 30 % tersebut atau mereka sendiri yang bergerak oleh sebab adanya penyeteraan gender daripada hiner kwantitasnya yang masih dimintai pertanggungjawaban biar tidak asal-asalan bermain dikursi parlemen. Oleh kartena itu khususnya bagi perempuan harus ada peningkatan rasio yang melebihi kaum lelaki walaupun pada hakikatnya identik dengan afeksinya, dalam hal ini perempuan harus bisa menggunakan akal fikirannya. Dan lewat organisasi inilah mereka belajar menggerakkan dan menaburkan ideology-ideologinya dalam kampus atau dalam setiap diskusi.

Sungguh hal yang sangat mengebohkan bila mereka semua bisa menyetarakan fikirannya dengan kaum lelaki. Dan inilah yang mereka inginkan walaupun adanya subordinasi yang mereka selalu second human dalam kehidupan kemanusiaan, namun mereka telah banyak berkecimpung dan active dalam dunia organisasi.

Dalam hubungan ini jika mereka ingin memperjuangkan atas martabat kemanusiaanya sebagai wanita karir. Mereka harus aktiv dalam bicara maupun bertindak tak harus putus asa walau terimaginalkan dalam wilayah domestic. Jika mereka memang ingin terjun dalam wilayah public. Tentu mereka masuk ke perguruan lebih dulu untuk bisa menambah pengalaman serta ilmu untuk dijadikan bahan perubahan.

Dan di dalam organ inilah mereka dapat mengimbangi materi dalam kampus, dengan kata lain mereka ikut dalam organisasi untuk membentuk kepribadiannya serta dapat mengimbangi dalam kehidupan domestic mereka dengan kehidupan publiknya karena mereka selain bisa belajar memenuhi kehidupan organisasinya mereka juga aktiv dalam berdiskusi dan inilah menjadikannya bisa menyetarakan kehidupannya dengan mahasiswa. Dengan organisasi ini mahasiswi dapat lebih memperoleh pengalaman yang cukup untuk mengontrol kehidupan yang nyata dan yang harus mereka hadapi esok.

Adapun untuk memperoleh hal diatas mereka juga harus giat apa yang telah diprogramkan. Biasanya organisasi mengadakan kajian-kajian, maupun itu kajian harian maupun mingguan, dalam kesempatan inilah mereka dilatih dan melatih dirinya untuk biasa bicara dihadapan public serta bisa mengatasi problema masyarakat yang kompleks ini.

Sungguh sayang bila mahasiswi tidak ikut dalam oraganisasi, bila hanya mengandalkan materi kampus saja, mereka tidak memperoleh hasil yang mengasyikkan karena organisasi selain membawa manfaat psikologi seseorang juga dapat menciptakan keharmonisan sesama manusia yang membentuk makhluk sosial.

Yang menjadikan ideal adalah mereka bisa membagi waktu, tidak lupa akan tugas-tugas kampus yang harus dipenuhi sebagai syarat kelulusan. Dan di dalam kampus inilah mereka sebagai animal educabil yang bisa dididik untuk melebihi makhluk-makhluk lain yang bersosial kritis, educatif serta kreatif, sehingga melek huruf bisa dijadikan perbedaan maupun kesamaan dari kaum laki-laki. Melek huruf merupakan kunci untuk meningkatkan gizi dan kesehatan yang bisa berpartisipasi dalam masyarakat.

Dalam hal ini perguruan tinggi sangatlah penting untuk lebih membuka melek huruf tehadap wanita-mahasiswi. Dan hal ini juga kaum lelaki bila tak berpendidikan juga pantas hidup dalam wilayah domestic yang lemah serta tertinggal. Di perguruan tinggi inilah para wanita dapat melatih daya fikirnya sebab lembaga tahu bahwa yang akan dirubah demi perubahan social, karna lewat kampus ini mereka bisa menghadapi problem-problem kehidupan.

Semangat mahasiswi …..

Hidup mahasiswi …..

This slideshow requires JavaScript.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: